Semangat Toleransi dan Keagamaan Mahasiswa KKN Universitas Papua di Kampung Dembek

08 Agustus 2025
Elisa A.Ainusi
Dibaca 335 Kali
Semangat Toleransi dan Keagamaan Mahasiswa KKN Universitas Papua di Kampung Dembek

Manokwari Selatan – Di tengah keberagaman budaya dan keyakinan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Papua (UNIPA) menunjukkan semangat toleransi yang luar biasa di Kampung Dembek, Distrik Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan. Selama beberapa minggu, mereka tidak hanya fokus pada program kerja fisik, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan, khususnya di kalangan jemaat Protestan. Keterlibatan ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan menjadi contoh nyata praktik toleransi antarumat beragama.

Para mahasiswa KKN, yang mayoritas beragama Kristen Protestan, secara rutin memimpin ibadah Minggu dan mengadakan Sekolah Minggu. Setiap hari Minggu, pukul 08.00 hingga 09.00 WIT, anak-anak di Kampung Dembek berkumpul dengan riang gembira. Mereka antusias mengikuti pelajaran kreatif yang disampaikan oleh para mahasiswa. Wajah-wajah ceria anak-anak adalah cerminan dari suasana yang menyenangkan dan edukatif, yang secara tidak langsung juga memperkaya pengalaman rohani mereka.

Yang menarik, semangat toleransi tidak hanya terbatas pada mahasiswa Protestan. Rekan-rekan KKN yang beragama Katolik dan Muslim juga turut andil dalam kegiatan ini. Mereka bahu-membahu membantu dalam persiapan dan pelaksanaan Sekolah Minggu, mulai dari menyiapkan materi hingga memastikan kelancaran acara. Keterlibatan lintas agama ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan yang terbentuk di antara mereka, melampaui sekat-sekat keyakinan.

Salah satu program yang paling berkesan adalah pembuatan kutipan ayat-ayat emas. Ayat-ayat tersebut dipilih dengan cermat dan ditulis dengan desain yang menarik. Pada ibadah Minggu, 10 Agustus 2025, ayat-ayat emas ini dibagikan kepada seluruh jemaat sebagai pengingat akan pesan-pesan rohani. Langkah ini mendapat sambutan positif dari jemaat, yang merasa terberkati dengan kehadiran dan kepedulian mahasiswa.

Lebih dari sekadar membagikan kutipan ayat, mahasiswa KKN juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan rohani jemaat. Pada hari yang sama, mereka membagikan 16 Alkitab baru dan beberapa buku cerita rohani. Pemberian ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan pemahaman jemaat, khususnya anak-anak, terhadap ajaran-ajaran agama. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa KKN bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan spiritual.

Kepala Kampung Dembek, dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kontribusi mahasiswa UNIPA. "Kehadiran adik-adik KKN membawa angin segar bagi kampung kami. Mereka tidak hanya membantu pembangunan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan keimanan di sini," ujarnya. Ia berharap, semangat kebersamaan yang telah ditanamkan oleh para mahasiswa dapat terus tumbuh dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana peran mahasiswa KKN dapat meluas hingga ke ranah keagamaan dan sosial. Melalui program Sekolah Minggu dan pembagian bahan bacaan rohani, mereka tidak hanya memenuhi tugas akademik, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan yang akan selalu dikenang oleh masyarakat Kampung Dembek. Aksi nyata ini membuktikan bahwa KKN adalah wadah efektif untuk menyebarkan nilai-nilai positif, termasuk toleransi, persaudaraan, dan kepedulian.

Semangat keagamaan yang dipancarkan oleh mahasiswa KKN UNIPA di Kampung Dembek menjadi cerminan dari Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Di tengah perbedaan, mereka menemukan titik temu untuk saling membantu dan menguatkan. Kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa toleransi dan kebersamaan dapat terwujud melalui tindakan-tindakan kecil yang tulus dan penuh kasih.